Cerita Saya dan Young Living Essential Oils (1)

Tulisan ini akan menceritakan bagaimana awal kami mengenal Young Living Essential Oils dan bagaimana kesan kami sehingga kami jatuh cinta pada produk nya dan ingin berbagi kebaikan produknya.

Bagaimana awalnya tertarik dengan Young Living ?

Lilies: waktu itu Ibuku sering sakit, beberapa kali keluar masuk UGD dan ada di luar kota. Sekaligus aku masih sebagai ibu menyusui, jadi aku sering kali susah tidur. Aku ingin mendapatkan kualitas tidur yg baik, dapat memejamkan mata dengan segera, dan bangun dengan lebih fit. Aku berkenalan dengan Young Living Essential Oil Blend: Stress Away, aku suka aromanya, dan aku merasakan perbedaannya. Aku menjadi less worry sehingga kualitas istirahatku pun membaik.

Ambar: aku ingin mencari home remedy yang natural untuk anakku yang mengalami gangguan di sistem pernafasannya, yang sudah seminggu ga reda. Aku juga pernah lihat dr Reissa dari dr Oz indonesia yang memakai produk Young Living. Tanya- tanya ke temen- temen di kantor, ada beberapa juga yg sudah memakai. Untuk lebih yakinnya, aku tanya ke dokter di klinik kantorku, dan dia memberikan respon positif atas produk Young Living ini. Akhirnya, aku memakai RC dan Thieves. Alhamdulillah, kondisi anakku membaik.

Lilya: aku commuting setiap hari dengan KRL dari Bogor lanjut ojek atau transjakarta dari stasiun ke kantor di Sudirman, Jakarta. Dan aku menjalaninya saat hamil dan menyusui. Capek? Pasti. Capek ini membuat ASI berkurang saat masa menyusui? Most likely. Tapi aku ga mau kompromi, harus selalu bawa pulang ASI perah yang mencukupi. Saat itulah aku mencoba Fennel essential oil dari Young Living untuk booster ASI ku. Dan it works, massage malam hari menjelang tidur, dan voila, penuh juga botol ASIP-ku dari kantor.

Susan (kepala departemen di sebuah perusahaan migas multinasional): awalnya aku memakai Young Living Lavender untuk ibuku yang bedrest total. Pengolesan Lavender essential oil di punggung Ibu menunjukkan perubahan yang signifikan pada lukanya, yang awalnya terbuka, menjadi mengering dan seperti membuat lapisan kulit baru. Adikku yang seorang dokter pun mendukung aku memakai produk alami ini.

Ratna (HR specialist, Jakarta): kalau aku kenal Young Living dari Bapak dan Ibuku yang tinggal di Bandung. Karna kebetulan rumah di Bandung lembab, anakku sering batuk-batuk. Mulailah dioles Thieves di telapak kaki. Eh, batuknya ga terlalu mengganggu. Akhirnya setiap ke rumah nenek kakeknya, RC dan Thieves selalu dibawa.

Metha (sport addict, dance fanatic): waktu itu Jumat sore dan gangguan asam lambungku kambuh. Besok paginya aku ada kegiatan olah raga yang aku dah tunggu-tunggu dan minggunya pun ada latihan nari. Dua-duanya aku ga pengen miss. Akhirnya aku teteskan DiGize, Young Living essential oil blend di bawah lidah, diulang cukup dua kali. Dengan keyakinan akan sembuh, akhirnya aku tetep bisa lari dan nari di weekend itu. DiGize really helps me to recover.

Nana (working mom, Jakarta): anakku memiliki kulit yang sensitif. Di umur kurang dari 4 tahun itu, anakku setiap hari harus dioles salep dari dokter. Sedangkan nantinya anakku mau masuk kelompok bermain Islam, jadi tiap hari pakai baju muslim dan jilbab. Ga kebayang dengan suhu 25 derajat aja gerah dan merah-merah kulitnya, apalagi kalau tertutup semua nanti. Untunglah aku dikenalkan temanku dengan Young Living Essential Oil Lavender, Lemon dan Peppermint untuk treatment kulit sensitif. Tiap hari aku pakai bergantian, oles di telapak kaki atau diffuse, mana yang sempat aja. Dan ternyata penampakan merah dan rasa gatal nya berkurang. Sekarang pun sudah tidak ketergantungan salep dokter lagi.

 

Happy Oiling,

The Hearty Oil

Start your Oil Journey here

Dilarang mengcopy atau menyebarluaskan artikel ini tanpa izin.
Disclaimer: Informasi yang disampaikan di dalam website ini berdasarkan pada pengalaman kami dalam memakai Young Living essential oils. Pernyataan dan produk yang disebutkan dalam website ini tidak diuji oleh badan POM dan tidak ditujukan untuk mendiagnosa, mencegah, mengobati maupun menyembuhkan suatu penyakit. Mohon merujuk pada disclaimer lengkap kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *