Women’s Best Friend

Selamat Hari Kartini!

Setiap tanggal 21 April, wanita Indonesia merayakan kelahiran Ibu Emansipasi Indonesia. Wanita diberi anugerah luar biasa dengan peran dan fungsi kodratinya. Karena itu pula figur wanita memiliki karakter dan ciri khas baik secara fisik maupun mental.

Bukan bermaksud membandingkan antara kedua gender. Namun benar adanya bahwa wanita memiliki kompleksitas lebih tinggi, termasuk dalam hal metabolisme hormonalnya. Lebih spesifik lagi, mengenai hormon estrogen dan progesteron yang menjadi pembeda fisik dan fungsi tubuh wanita dari lawan jenisnya. Keseimbangan kerja kedua hormon inilah yang besar pengaruhnya pada mekanisme tubuh wanita dan perubahan kondisi emosionalnya.

Deardeuff, et. al. dalam bukunya Taming The Dragon Within; How to Balance Women’s Hormones with Essential Oils, menyebutkan untuk mempertahankan ciri femininnya, wanita memerlukan kadar estrogen dalam tubuh. Estrogen membentuk ciri-ciri tubuh yang khas seperti membangun dinding rahim, lalu mematangkan sel telur. Kerja estrogen ini memerlukan energi yang banyak dan sering kali mempengaruhi fluktuasi emosi. Sebagai penyeimbangnya diperlukan hormon komplementer progesteron. Hormon ini pula yang menghentikan kegiatan “pembangunan” dinding rahim dan mempertahankan pelekatan sel telur (yang telah dibuahi) untuk menjadi zigot dan kemudian janin. Progesteron diperlukan lagi ketika para ibu mulai menyusui anaknya. Produksi ASI ditentukan oleh kerja progesteron. Demikian singkatnya kerja kedua hormon penting ini.

Seiring perkembangan usia, progesteron mengalami degradasi. Pada wanita yang menjelang menopause, progesteron tidak lagi diproduksi. Demikian juga para wanita yang menjalani histerektomi. Ini berakibat pada kadar estrogen yang tinggi dalam tubuh. Demikian pula suhu tubuh dan mental. Ketiadaan estrogen juga mempengaruhi kekenyalan kulit dan fleksibilitas persendian anggota gerak. Dari sanalah kemudian permasalahan tubuh wanita muncul. Termasuk gangguan-gangguan seperti serangan migrain, overweight, hot-flush, dan baby-blues.

Kondisi ini diperburuk dengan kenyataan hidup di dunia dewasa ini di mana terjadi penumpukan protein-like estrogen, yang disebut xynoestrogen, di dalam tubuh manusia (terjadi pada wanita maupun pria). Kelebihan estrogen disimpan dalam jaringan lemak dan memperburuk kasus-kasus obesitas, fatty-liver, dan lain-lain. Estrogen juga menjadi ‘makanan’ bagi bakal sel-sel kanker yang mulai tumbuh di dalam tubuh. Maka kemudian timbul kasus kista, myoma, sampai dengan macam-macam kanker di organ wanita. Ini menjadi risiko semua orang, tidak hanya yang dialami oleh wanita menopause.

Xynoestrogen, semacam hormon tetapi terbentuk dari jaringan anorganik, pun menghuni tubuh kita. Xynoestrogen memasuki tubuh dari aneka makanan dalam kemasan, penyedap sintetik, tinggi gula, dan yang bercampur dengan bahan-bahan anorganik yang digunakan untuk penyubur (pupuk) atau pun pembasmi serangga (insektisida). Berasal pula dari bahan-bahan yang digunakan dalam produk kontrasepsi dan produk pembersih rumah tangga. Dewasa ini sulit sekali menghindari kecemaran kondisi tubuh karena sudah membudaya dalam kehidupan sehari-hari, dari pola dan kebiasaan.

Sepertinya tak ada jalan lain kecuali kita merombak total gaya hidup dan menghindari polutan. Usaha lainnya adalah dengan berusaha mengimbangi kerja estrogen; mempertahankan progesteron menjalankan fungsinya selama mungkin di dalam tubuh.

Progessence Phyto Plus (PPP) diformulasi oleh Gary Young dari hormon tumbuhan ubi rambat liar (gembili) dan vitamin E dari minyak sawit. Selain itu serumnya mengandung pula Copaiba, Frankincense, Bergamot, Clove, dan Peppermint yang formulasinya mudah terserap ke dalam sel tubuh. Diharapkan serum ini membantu perbaikan kelenjar pituitary yang merupakan ‘otak’ dari produksi hormon tubuh manusia, termasuk hormon kewanitaan. Selain itu, serum PPP dapat digunakan untuk membantu meringankan gangguan selama menstruasi seperti kram perut dan sakit kepala. Pada tubuh wanita dewasa (umumnya), serum lebih berperan untuk mengimbangi estrogen yang berlebih.

Bagaimana penggunaannya? Mudah saja, yaitu dengan aplikasi topikal di dekat pembuluh darah nadi. Oleskan 1-2 tetes pada pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan di belakang telinga. Satu kali sehari, tidak perlu pengulangan. Gunakan setiap hari sepanjang bulan. Meskipun berupa serum hormon, penggunaan tak perlu dihentikan ketika memasuki masa menstruasi, kehamilan, maupun menyusui. Aplikasi pada ibu tidak menyebabkan aliran hormon kepada bayi yang disusukan. Dan dengan formulasi khusus dari Mr. Young, PPP juga layak menjadi wewangian wanita. Pada awal pemakaian, mungkin saja terjadi pusing dan mual setelah menghirup aromanya, sebagai tanda tingkat progesteron tubuh yang rendah dan mengalami perbaikan.

So, Women… let’s shine!

by Deardeuff

.

 

Happy Oiling,

Start your Oil Journey here

Sumber : Taming the Dragon Within; How to Balance Women’s Hormones with Essential Oils. – LeAnne Deardeuff, DC & David Deardeuff, DC. (Life Science Publishing, Utah 84020, 2014)

*Dilarang mengcopy atau menyebarluaskan artikel ini tanpa izin.

*Disclaimer: Informasi yang disampaikan di dalam website ini berdasarkan pada pengalaman kami dalam memakai Young Living essential oils. Pernyataan dan produk yang disebutkan dalam website ini tidak diuji oleh badan POM dan tidak ditujukan untuk mendiagnosa, mencegah, mengobati maupun menyembuhkan suatu penyakit. Mohon merujuk pada disclaimer lengkap kami di sini.

One thought on “Women’s Best Friend

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *